Jumat, 20 November 2009

Kursus Belajar Gitar - Keyboard - Organ - Music Private

KURSUS / LES PRIVAT MUSIK DI JAKARTA DAN SEKITARNYA


HUB : DECY/DAVID


TELP : 021- 6899 1351/ 0816 131 5566 / 0813 1991 8383

email : campdavid_na70@yahoo.com


ALAT MUSIK :
- KEYBOARD
- ORGAN
- GITAR

Menerima murid tingkat dasar

Metode not balok dan tablature

Waktu fleksible


Dijamin 3 Bulan BISA dengan metode mengajar yang PRAKTIS, EFISIEN dan GURU yang berpengalaman.

My Sudent

My Sudent
REZA

RAYHAN

PUPUT

DIO

AYUB

ALDI

Nabila

Harish

Adith

Nadia

Reza

Rayhan

Sejarah Gitar

Banyak orang yang bisa memainkan gitar, namun sedikit yang mengetahui sejarahnya. Berikut kita akan melihat sekilas sejarah gitar dari masa ke masa. Sebenarnya sejarah gitar sangat panjang, namun mengingat ruang yang terbatas, wacana ini akan meninjau secara garis besar saja.

Pertama-tama: Dari Babilonia hingga Senar Enam
Sejarah gitar dipercaya dimulai di wilayah Timur Dekat. Di antara puing-puing yang di temukan di Babilonia, yang paling relevan adalah gitar yang dibuat pada 1900-1800 SM. Dari masa itu, hingga tahun 1650, gitar mengalami evolusi yang begitu rumit dan beraneka ragam. Begitu banyak jenis dan masing-masing memiliki nama yang berbeda.

Beberapa kalangan berpendapat lain, menganggap gitar justru berasal dari negara Spanyol karena alat musik gitar mirip sama alat musik Spanyol yang bernama Vihuela yang beredar pada awal abad ke-16. Alat baru ini (gitar) mempunyai cara pembuatan yang sama dengan alat musik ukulele. Gitar pertama kali yang dibuat sebenarnya berukuran sangat kecil dan juga hanya memiliki empat dawai, seperti ukulele.

Pada masa klasik banyak terdapat publikasi yang dilakukan oleh para pembuat lagu dan juga para pemusik. Seperti Fernando Sor, Mauro Guiliani, Matteo Carcassi, Fernando Caulli, dan masih banyak para pencipta yang mengembangakan metode bermain gitar yang akhirnya menjadi permainan yang umum dan dapat diterima.

Instrumen yang penting kontribusinya dalam perkembangan gitar adalah instrumen Cittern. Instrumen ini juga berbentuk menyerupai buah pir dengan bagian belakang yang rata, dengan empat atau lima pasang senar dari kawat dan dengan fretting yang permanen apakah itu diatonik seperti Appalachian Dulcimer ataupun chromatic seperti gitar modern. Tuning head sudah dipasang mirip seperti pada gitar atau mandolin. Stemannya sama dengan mandolin (in fifths) dengan fingering dan chord yang sama dan dimainkan dengan plectrum atau pick.

Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan. Instrumen ini berukuran seperti gitar anak-anak.

Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar.

Ada pula Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan enam pasang senar. Bodynya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dan mempunyai beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini menggunakan fixed bridge dan kemungkinan merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA yang masuk ke Amerika Utara melalui Mexico, Texas dan Louisiana.

Masih banyak jenis gitar lainnya yang terus berkembang. Gitar seperti yang kita kenal sekarang, yaitu bersenam enam, baru muncul sekitar tahun 1750. Dan selama sekitar 90 tahun berikutnya (hingga tahun 1840), gitar senar enam ini cukup pesat berkembang di Spanyol.

Sejarah gitar….lanjutan

Luis Millan adalah orang pertama yang mempublikasikan karyanya berupa buku untuk Vihuela, buku tersebut berjudul “El Maestro”. Dalam album ini termasuk juga Pavana, Fantasia dan sejumlah karya lain yang terkenal dan populer diantara pemain gitar bahkan sampai sekarang. Seluruh karya Millan dipublikasikan dalam bentuk penulisan Tabulasi, karena tabulasi adalah standar notasi pada saat itu. Tradisi penulisan tabulasi di beberapa Negara mempunyai bentuk dan ciri yang berlainan. Perbedaan model tabulasi tergantung dari jenis instrumen. Klasifikasi tabulasi menurut wilayah, yang populer antara lain : tabulasi Perancis, tabulasi Spanyol dan tabulasi Itali. Sedang menurut jenis instrumen antara lain : tabulasi untuk gitar senar empat berganda dan tabulasi Vihuela.

Penerbit buku “El Maestro” membuka jalan bagi para pakar Vihuela yang lain untuk mempublikasikan hasil karya mereka sendiri, seperti misalnya Luis de Narvaez, Alphonso Mudara, Enriques de Valderabano, Juan Bermudo, Diego Pisador dan Miguel de Fuenllana. Karena munculnya beberapa penulis lagu ini, musik Vihuela pada akhir abad XVI makin menghilang dan ini memberikan jalan bagi perkembangan gitar.

Selain Vihuela, pada abad yang sama muncul pula gitar 4 senar ganda (C-F-A-D) atau juga dikenal sebagai Guitara Latina tradisional yang lebih sering digunakan oleh penyanyi-penyanyi jalanan untuk mengiringi nyanyian dan tarian. Selama beberapa tahun kemudian Guitara Latina tradisional mengalami perubahan pada susunan senarnya menjadi A-D-G-B dan oleh Vicente Espinel (1551-1624) ditambahkan course ke 5 (Nada E tinggi) sehingga menjadi 5 senar dan gitar ini kemudian dikenal sebagai gitar bersenar 5 ganda atau dikenal juga dengan sebutan Gitar Spanyol.

Pada abad XVII muncul Lute Baroque yang populer di Inggris, Perancis, Itali dan Jerman. Sebenarnya Lute Baroque ini merupakan perkembangan dari instrumen Al’ud, yang berasal dari Tanbur. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata Lute Baroque punya peran penting terhadap keberadaan gitar awal atau gitar dengan 6 senar tunggal. Banyak para ahli sejarah musik memperkirakan perubahan ini terjadi pada tahun 1780 dan mungkin sekali terjadi hampir bersamaan di Itali dan Jerman.

Munculnya gitar dengan 6 senar tunggal tidak lepas dari sebuah nama yang diyakini sebagai pelopornya yaitu Jacob Augustus Otto yang berasal dari Jerman. Ia menambahkan senar ke 6 yang bernada E rendah sekitar tahun 1790. Tetapi saati itu gitar dengan 6 senar tunggal diyakini muncul pertama kali di Itali sekitar pertengahan abad XVIII.

Dalam memainkan gitar awal maupun Lute Baroque ternyata keduanya menggunakan tehnik yang hampir sama karena senar-senarnya disusun dalam course (senar yang berpasangan) dan nada yang sama, selain itu keduanya juga menggunakan fret. Kata fret diambil dari bahasa Perancis kuno yaitu “ferrete” yang artinya ditandai dengan besi tetapi saat itu fretnya tidak menggunakan logam seperti saat ini tetapi dibuat dari gut dan diikat di sekitar leher instrumen.

Jumlah fret yang digunakan pada gitar awal berkisar antara 4 dan 8 tetapi jumlah ini tergantung pada penggunannya, apakah akan digunakan untuk melodi atau paduan nada/akord. Sedangkan pada Lute dan Vihuela memiliki 10 atau 11 fret.

Banyaknya karya-karya lagu untuk Lute dan Vihuela pada perkembangan selanjutnya ternyata sesuai untuk digunakan pada gitar klasik 6 senar, yang kini menjadi repertoir berharga. Tetapi menjelang akhir abad XVII, di Eropa, instrumen Lute dan Vihuela berangsur-angsur tidak digunakan lagi, hal ini disebabkan oleh penggunaan senar yang semakin banyak pada Lute sehingga menjadi sulit untuk dikuasai.

Awal abad XVIII merupakan awal keemasan bagi Gitar karena pada abad ini banyak musisi dan pemain yang beralih pada gitar dengan 6 senar tunggal. Bentuk gitar saat itu sudah mirip dengan gitar saat ini hanya konstruksi badannya lebih kecil dan lebih sederhana.

Jika di spanyol dikenal dengan nama Gitar Spanyol, maka di Inggris juga dikenal “Gitar Inggris” yang populer kira-kira antara tahun 1740-1800, satu periode sewaktu tidak ada jenis gitar lain yang dimainkan di Inggris. Gitar ini merupakan pengembangan dari Cittern dan mempunyai senar logam enam course. Pemberian nama gitar Inggris ini sebenarnya hanya untuk membedakannya dengan gitar Spanyol.

Gitar Spanyol yang merupakan pelopor untuk gitar saat ini juga disebut sebagai gitar klasik atau gitar modern. Gitar ini merupakan pengembangan dari Lute Baroque kira-kira tahun 1780 dengan menambahkan sebuah senar ke enam dan mengurangi senar double ke single. Pengaturan senar ini ternyata digunakan hingga saat ini.

itulah sedikit ulasan mengenai sejarah gitar yang sekarang ini sering kita gunakan.


Guitar Lesson - Anatomi Gitar

Sebelum kita mulai mempelajari bagaimana caranya memainkan gitar, tentunya kita harus mengenal apa saja sih bagian-bagian dari tubuh sebuah gitar, karena kata pepatah kalau tak kenal maka tak sayang, maka dalam kesempatan ini akan sedikit dibahas mengenai Anatomi dari sebuah gitar.

Gambar 1 dibawah ini akan menunjukkan perbedaan bagian-bagian dari sebuah gitar akustik dan gitar listrik/elektrik.

Berikutnya kita juga akan mengenal bagaimana senar dan fret ditandai. Senar ditandai dari yang paling tipis ke yang paling tebal, artinya senar 1 itu adalah senar yang paling tipis, begitu juga sebaliknya senar 6 adalah senar yang paling tebal. Tuning standar gitar e-B-G-D-A-E diurut dari senar 1-e (paling tipis) ke senar 2-B sampai senar 6-E (paling tebal)

Fret ditandai dari ujung kepala sampai body. fret 0 artinya senar lepas atau tidak ditekan sedangkan fret 1 adalah kotak 1, fret 2 adalah kotak 2 dan seterusnya tergantung panjang neck/leher gitar. lebih jelasnya lihat gambar dibawah

Membaca tablature

Tablatur adalah tipe notasi nada yang digunakan pada instrumen musik berdawai. Pada tablatur gitar terlihat ada 6 garis yang menunjukkan jumlah 6 senar pada gitar. Senar pertama (senar nada e tinggi) terletak pada garis paling atas, dan senar 6 (senar nada e rendah) terletak pada garis paling bawah. Tuning setiap senar dituliskan pada sisi sebelah kiri setiap garisnya. Angka yang terdapat di dalah garis menunjukkan nomer fret yang dimainkan. Arah membacanya dari kiri ke kanan. Lihat gambar 1

Gambar 1

E----------------------------------------------------------
B----------------------------------------------------------
G----------------------------------------------------------
D-----------2----------------------------------------------
A-------2--------------------------------------------------
E---0------------------------------------------------------

Memainkan tablatur pada gambar 1, kamu akan memetik senar 6 tanpa menekan fret dengan nada E, lalu fret 2 di senar 5 yang bernada B, kemusian memainkan nada E pada senar 4 dengan menekan fret ke-2 di senar 4. Perbedaan tablatur dengan notasi standar adalah pada tablatur kita tidak akan mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk menahan nada tertentu sehingga bila kamu memainkan tablatur minimal kamu harus mendengarkan lagu aslinya.

Gambar 2 dibawah ini menggambarkan sebuah chord E Major. Untuk memainkannya kamu harus meletakkan jari-jarimu pada posisi yang tepat dan petik keenam senar secara bersamaan atau dengan kata lain “digenjreng”

Gambar 2

E----0-----------------------------------------------------
B----0-----------------------------------------------------
G----1-----------------------------------------------------
D----2-----------------------------------------------------
A----2-----------------------------------------------------
E----0-----------------------------------------------------

Beberapa Istilah yang digunakan pada tablatur

1. Hammer-ons

Hammer-ons dimainkan dengan cara memetik sebuah nada kemudian dilanjutkan dengan memukul fret lainnya (hammering on). simbul yang digunkan adalah huruf “h”. nada yang kamu petik pertama diletakkan sebelum simbul “h” dan nada yang di “hammer” diletakkan setelah tanda “h”. hammer ons digambarkan seperti gambar 3.

Gambar 3

E----------------------------------------------------------
B----------------------------------------------------------
G---------------------7h9----------------------------------
D----------------------------------------------------------
A----------------------------------------------------------
E----------------------------------------------------------

2. Pull-offs

Pull-off dimainkan dengan cara memetik nada dan pada saat jari masih menekan/menahan senar dilanjutkan dengan memetik nada dengan nada lebih rendah. Simbol yang digunakan pada tablatur menggunakan huruf “p”. dapat dilihat pada gambar 4

Gambar 4

E----------------------------------------------------------
B----------------------------------------------------------
G---------------------9p7----------------------------------
D----------------------------------------------------------
A----------------------------------------------------------
E----------------------------------------------------------

3. Bending, Releasing, and Vibrato

Simbol yag digunakan pada bending adalah menggunakan huruf “b” dan sering juga menggunakan karakter “^”. Bending dilakukan dengan menekan senar dan menarik senar supaya terbentuk nada dengan pitch lebih tinggi. Nada yang lebih tinggi tersebut dinamakan nada target. Nada target ini didapat agar sama dengan nada yang tertulis pada fret setelah simbol “b”. misal 7b9, kita pertama memetik nada pada fret 7 lalu ditarik sampai nada target yang sama dengan nada yang dipetik pada fret 9.

Releasing adalah kebalikan dari bending, setelah nada target pada bending didapat dilakukan pelepasan tarikan senar sampai mencapai nada target release yang dituliskan setelah simbol “r”.

Vibrato “~” terbentuk bila kamu menggiyangkan jarimu di atas fret dan membentuk suatu nada yang “berdenyut”. Simbol “~” bisa ditemukan setelah nada yang akan menggunakan efek vibrato

Gambar 5 Contoh untuk bending, releasing, dan vibrato.

Gambar 5

E----------------------------------------------------------
B----------------------------------------------------------
G---------------------7b9r7---7~---------------------------
D----------------------------------------------------------
A----------------------------------------------------------
E----------------------------------------------------------

5. Sliding

Simbol yang digunakan pada slide adalah simbol slash “/” atau “\”. Terdapat dua jenis slide yaitu slide up “/” yaitu dilakukan slide ke nada target yang lebih tinggi dan silde down “\” yang merupakan kebalikan dari slide up. Pada gambar 6 terlihat bagaimana memainkan slide pada fret 7 kemudian dilakukan slide up ke fret 9 dan kemudian dilakukan sebaliknya ke fret 7

Gambar 6

E----------------------------------------------------------
B----------------------------------------------------------
G---------------------7/9\7--------------------------------
D----------------------------------------------------------
A----------------------------------------------------------
E----------------------------------------------------------

6. Tapping

Tapping di simbolkan dengan huruf “t” dan kamu dapat melalukan tap pada nada yang diikuti dengan simbol “t”.

Lesson Guitar -

Progresi Akor merupakan dasar dalam memainkan gitar, merupakan dasar pondasi dari Rhytem gitar. Hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah mencari kunci (key) yang akan digunakan. Contoh kita ambil kunci C, nada dalam Skala C Major adalah C-D-E-F-G-A-B-C. dari sini kita bisa liat derajt nada dan terlihat dalam tabel di bawah

I II III IV V VI VII
C D E F G A B

Bagaimana Kita mendapatkan Akor untuk key tertentu :

  • Ambil salah satu skala major dari key terntu ( contoh : skala C Major dari key C seperti terlihat pada tabel di atas)
  • Lihat pada akor derajat I, sekarang bentuk akor dari nada I adalah C
  • Anda akan mendapatkan C Major dan C Major 7 yang mempunya nada-nada yang juga terdapat pada skala C Major
  • Lihat Tabel di Bawah ini untuk mendapatkan akor pada derajat selanjutnya dari skala C Major
I Major Ionian (Major Scale) Major, Major 7
II Minor Dorian Minor, Minor 7
III Minor Phrygian Minor, Minor 7
IV Major Lydian Major, Major 7
V Major Mixolydian Major, Dominant 7, Dominant 9
VI Minor Aeolian (Natural Minor Scale) Minor, Minor 7
VII Minor Locrian Diminished, Minor 7b5


Aplikasinya :

Ada beberapa Progresi Chord standar.

  1. Progeresi Blues –> I-IV-V
  2. Coba mainkan Akor C Major, F Major, kemudian G Major berurutan

  3. Progresi I-III-IV-V
  4. C Major, E Minor, F Major, G Major. catatan E disini menjadi minor karena derajat III adalah minor jika dilihat dari tabel diatas.

    Silakan Coba buat progresi chord mu sendiri dan selamat belajar…

    Ingat: I, IV, V adalah Major and II, III, VI, VII adalah Minor

Tuning / Tala / Stem Gitar

Tuning merupakan proses menentukan frekuensi standar dan menyelaraskan frekuensi antar senar pada alat musik berdawai contohnya gitar. Pada gitar proses ini dilakukan dengan mengatur ketegangan senar melalui pemutar (tuning machine) yang ada di kepala (Head) gitar. Tuning standar pada gitar yaitu E-A-D-G-B-e, untuk mendapatkan frekuensi yang standar misalnya A dapat dijadikan patokan sebuah garputala A atau dengan alat musik lain. Cara paling mudah dan paling praktis dengan menggunakan sebuah Chromatic Tuner elektronik.Langkah-Langkah menyetem gitar (tuning standar)

Bunyikan Garpu Tala nada A 440 Hz dan tempelkan gagangnya pada badan gitar sehingga terdengar nada A. Tekan fret 5 senar 1 (paling tipis) samakan nadanya bila belum kencangkan/kendurkan senar. Petik lagi untuk mengecek apakah nadanya sudah sama atau belum
Setelah mendapatkan nada yang sama kemudian petik senar 1 tanpa dipencet (open string). secara bersamaan petik senar 2 di fret 5, samakan suaranya.
Petik senar 2 tanpa pencet kemudian petik senar 3 di fret 4 samakan suaranya
Petik senar 3 tanpa pencet kemudian petik senar 4 di fret 5 samakan suaranya
Petik senar 4 tanpa pencet kemudian petik senar 5 di fret 5 samakan suaranya
Petik senar 5 tanpa pencet kemudian petik senar 6 di fret 5 samakan suaranya
Penyeteman selesai
Kelemahan cara ini kemungkinan adanya penyimpangan nada di senar 3,4,5,dan 6 karena senar tersebut tidak diselaraskan langsung dengan senar 1.
Langkah diatas sangat mudah, tapi bagi gitaris pemula menyetem gitar manual merupakan pekerjaan yang susah tapi itu dapat diatasi dengan rajin berlatih menyetem sehingga tahu gimana sih suara 2 buah senar yang dibunyikan bersamaan itu memiliki nada yang sama, selain itu juga dapat digunakan untuk melatih pendengaran kita temtang karakteristik nada-nada.

Merawat Gitar

Bersih Senarku
Setelah bermain, senar gitar anda akan terkena keringat, kotoran, dan lain lain. Apabila tidak dibersihkan, inilah yang akan menimbulkan karat, dan karat inilah yang akan mengkikis habis fret anda.
Senar bisa dibersihkan dengan cara dilap dengan bahan kaos, bila perlu dibasahi dengan cairan string cleaner. Bersihkan seluruh bagian senar (permukaan atas & bawah).

Rumah Gitarku
Pastikan gitar anda mempunyai “rumah” untuk melindunginya dari udara kotor diluar, dan dari benturan, Baik softcase maupun hardcase. Softcase lebih ringan dan mudah untuk dibawa kemana mana, sedangkan hardcase melindungi total dari benturan. tergantung pilihan anda.
Selalu simpan gitar anda dalam case apabila tidak dimainkan.

Gitarku Mandi
Seperti kita, gitar juga perlu mandi. Bukan berarti dibawa ke kamar mandi lalu disiram, cukup di’lap saja dengan bahan kaos, baik body, neck, apalagi bagian pickup dibawah senar yang pastinya susah dibersihkan debunya (untuk ini bisa gunakan kuas cat), pokoknya sampai kinclong lagi. Bila perlu, gunakan cairan guitar polish.

Mengganti Senar
Jika senar anda sudah berkarat, ganti! jika tidak, bukan hanya tidak enak dimainkan, tapi warna suaranya juga menjadi nggak karuan, dan merusak fret gitar.. belum lagi jari sakit euy!
Biasakan untuk mengganti senar gitar anda satu set, sekaligus 6! hal ini untuk mencegah belangnya warna suara antara senar baru dan senar lama. Jadi bila senar anda sudah lama dan putus salah satunya, disarankan untuk mengganti semuanya.
Memang jadi mengeluarkan duit lebih.. no pain, no gain!

Bersihkan Fretboard
Fretboard, adalah tempat bersarangnya daki daki dan keringat hasil olahan badan yang disalurkan dan dikeluarkan lewat jari jari yang menekan senar. Jika dibiarkan terlalu lama, bisa manjadi kerak. Jadi setiap anda mengganti senar, sekalian dong bersihkan fretboardnya.
Caranya pertama adalah kotoran tersebut harus dikerok menggunakan benda tumpul, yang paling mudah didapat tentu saja pick gitar. Lalu setelah bersih, dilap lagi dengan bahan kaos.

SUNGHA JUNG

STEVE VAI - SHY BOY